Detik-Detik Kematian Mustafa Kamal Pasha

Mustafa Kemal Pasha sudah terlanjur dikenal oleh dunia sebagai pembaharu dan pembawa ‘perubahan’ besar di Turki. Saking hebatnya, dia kemudian menggelari dirinya sendiri sebagai Attaturk (Bapak Turki). Padahal sebenarnya dia adalah antek negara-negara kafir Barat yang sejati. Kesetiaannya kepada Barat tidak tertandingi. Dia mengganti huruf Arab dengan huruf Latin, mengganti pakaian yang islami dengan pakaian ala Barat. Dia menghapus peringatan hari-hari besar Islam dan menggantikan hari libur yang sebelumnya setiap hari Jum’at menjadi setiap hari Minggu. Dia melarang lagu-lagu berirama Turki dan Arab, dan memerintahkan untuk memainkan musik orkestra beraliran Barat saja. Dia juga melarang orang Turki melaksanakan haji.

Inggris adalah salah satu negara kafir Barat yang amat dikagumi oleh Kemal. Saking kagumnya, dia rela menjilat dan melakukan apapun demi mendapatkan keridhoan Inggris. Hal ini terungkap dari beredarnya sebuah dokumen yang dimuat di koran Al-Ahram yang menyadurnya dari koran Sunday Times tertanggal 16 Dzulqaidah 1387 H bertepatan dengan 15 Februari 1968. Artikel itu berjudul “Kemal Attaturk Mencalonkan Duta Besar Inggris Untuk Menggantikan Posisinya Sebagai Presiden Republik Turki.”

Pada bulan November 1938, Kemal meringkuk di atas ranjang menunggu kematiannya setelah memimpin Turki selama 15 tahun. Sepanjang masa itulah dia telah mengubah total wajah Turki. Dia khawatir orang-orang yang datang setelahnya tidak sanggup menggantikannya dan tidak sanggup melanjutkan upayanya itu. Kemudian dia memanggil Dubes Inggris yang bernama Bersi Louren ke Istana Dolmabahce. Bersi Louren menuliskan kisah pertemuan rahasianya dengan Kemal dengan cukup detil.

Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:

Dilanda penyakit kulit hingga ke kaki di mana ia merasa gatal-gatal seluruh badan.
Sakit jantung.
Penyakit darah tinggi.
Panas sepanjang waktu.

Pada 26 September 1938, ia pingsan selama 48 jam disebabkan terlalu panas, lalu ia sempat siuman, namun kemudian hilang ingatan secara permanen.

Pada 9 November 1938, ia pengsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki memandikan, mengafani dan menshalatkannya.

Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum yang diberi nama Etna Grafi di Ankara selama 15 tahun atau sampai tahun 1953.

Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit dan ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.

Source : article in facebook

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s