SIGMA Photo Tips: MACRO PHOTOGRAPHY oleh: Andiyan Lutfi

Yg menjadi perhatian dalam membuat foto Macro :

1. Lighting

Available light menjadi Prioritas dibanding artificial light, dalam hal ini available nlight adalah cahaya matahari, cahaya yang luar biasa hebat, menyebar secara merata dan cahaya terbaik adalah sinar pagi hari karena lembut dan memiliki warna sedikit menguning yang menghasilkan tonal pada gambar yang sempurna.

Yang perlu diperhatikan dalam membuat foto macro dengan lighting sang surya (available light) adalah :

A. Arah Cahaya

Usahakan tidak melawan cahaya matahari bagi pemula, karena kita akan kehilangan detail pada objek selain itu pasti menjadi tidak enak dipandang jika kita belum memahami dengan benar karakter cahaya dan teknis dalam menyikapinya. Untuk tahap belajar posisi membelakangi matahari adalah posisi terbaik meski tidak salah jika mengambil posisi dari samping.

Namun jika kita telah menguasai dan memahami karakter cahaya maka backlighting akan lebih membuat foto berbeda karna munculnya rimlighting disekitar objek yang kita bidik.

B. Gunakan Lensa Hood

Penggunaan lensa hood cukup membantu terutama bila saya mengambil gambar dari arah samping matahari, selain meredam flare yang cukup mengganggu untuk foto macro juga sebagai penghalang debu atau tetesan embun langsung ke bagian depan lensa.

2. Ketajaman & Focus

Pembahasan bersama ketajaman dan focus dalam pembahasan ini karena saling terkait, untuk mendapatkan ketajaman dan focus yang maksimal maka cara yang saya gunakan adalah :

A. Gunakan Spot Metering di kamera, ini sangat membantu untuk menentukan titik focus yang akurat sehingga menghasilkan ketajaman yang maksimal. Objek yg kecil akan sangat sulit dibaca oleh sensor.

B. Gunakan manual focus sebagai prioritas dibanding auto focus.
Gunakan Manual fokus pada keadaan :
Objek terlalu kecil sehingga kadang dengan menggunakan auto focus sering melesat
Pencahayaan yg kurang mendukung, karna dalam keadaan cahaya yg intensitasnya kurang, auto fokus sangat lamban untuk merekam titik focus.
Freezing untuk jenis Hoverfly atau bumble bee saya lebih nyaman dengan manual focus karna gerakannya yg terbang diam di titik tertentu.
selain keadaan tersebut diatas menggunakan Auto focus adalah hal yg wajar karna itu adalah fasilitas kemudahan yg diberikan pada sebuah lensa, jadi manfaatkan secara optimal fasilitas2 kemudahan itu.

3. D O F

DOF (Depth OF Field) atau Ruang Ketajaman menjadi unsur pendukung yang tidak terpisahkan untuk memperindah sebuah foto macro. DOF dipengaruhi beberapa factor diantaranya bukaan diafragma dan jarak lensa ke POI (Point Of Interest), semakin besar nilai Diafragma (F) yang ditandai dengan angka semisal f/5,6 atau f/4, maka ruang ketajaman juga akan semakin sempit. Begitupun juga dengan jarak lensa terhadap POI semakin dekat maka ruang ketajaman akan semakin sempit pula.

Hal-hal yang menjadi perhatian untuk menentukan nilai F (diafragma) agar dapat menghasilkan DOF yang baik dan ketajaman yang sempurna terhadap objek yaitu :

A. Posisi POI

– Bila posisi POI kita ambil (shot) dari sisi samping gunakan F5,6 – 9 dengan jarak sekitar 30 Cm, yaitu jarak terdekat lensa yg saya gunakan.

– Bila posisi frontal (dari depan ke belakang) maka F yang digunakan >11 itupun belum mendapatkan ruang tajam secara merata, kendalanya adalah bila menggunakan F>16 maka speed akan sangat rendah dan resiko shake menjadi sangat besar.

B. BG (Back Ground)

BG yang lembut dan warna yg kita inginkan dihasilkan dari penerapan DOF yang tepat, untuk mendapatkan BG yang lembut maka jarak POI dengan BG harus 2 kali lebih jauh dari jarak lensa ke POI

4. Moment

Kehidupan hewan kecil yang sering terabaikan di sekitar kita akan menjadi hal yang mengagumkan apabila terekam pada saat mereka beraktifitas keseharian, seperti makan,minum,kawin bahkan buang kotoran,dan lain-lain.
Foto makro akan memiliki nilai tambah bila dapat menghadirkan sebuah cerita , moment yang tak terduga menjadi incaran pemikat para macromania, semakin langka sebuah moment semakin menarik dan bernilai sebuah foto makro.
Berangkatlah kelapangan untuk hunting pada pagi hari karena itulah saat hewan kecil mulai beraktifitas layaknya manusia, banyak moment yang akan kita dapat pada pagi hari dibanding kita melakukannya pada sore hari.

Salam Macrophotography
Andiyan Lutfi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s